Tulang bawang, MPH
Pasar Tradisional menjadi salah satu ikon khas yang tak terpisahkan dari Kampung Bawang Tirto Mulyo, Kecamatan Banjar Baru, Kabupaten Tulang Bawang. Pasar yang berlokasi strategis di Jalan Provinsi arah rawa pitu kurang lebih 90KM, menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Adanya tradisi yang telah berlangsung lama, Pasar Tempel hanya buka dua kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Rabu dan Minggu. Lokali pasar seluas kurang lebih 10.000 M menjadi tempat belanja kebutuhan pokok maupun kebutuhan lain lain yang paling dinantikan oleh para pedagang maupun pembeli.
Segala macam kebutuhan masyarakat tersedia di pasar ini. Mulai dari masakan makanan tradisional, peralatan dapur, alat tulis dan perlengkapan sekolah, pakaian alat bangunan hingga apotik, pakaian pesta untuk berbagai usia, dari anak-anak hingga dewasa didapat. Pasar tradisional sudah berjalan kurang lebih 5 tahun, benar-benar menjadi pusat warga dalam memenuhi kebutuhanya.
Kegiatan pasar biasanya dimulai sejak pukul 06.30 pagi hingga siang hari. Para pedagang mempersiapkan tempat dan memajang daganganya ditempat yang sudah disediakan. Meskipun bersifat tradisional, pasar ini tetap teratur dan bersih berkat partisipasi pedagang dan warga sekitar dalam mengelola kebersihan lingkungan.
Peminatnya tidak hanya masyarakat setempat tapi warga dari kampung-kampung tetangga. Keberagaman pengunjung menunjukkan pasar ini memiliki daya tarik yang kuat serta menjadi pilihan utama untuk berbelanja barang-barang kebutuhan rumah tangga.
Aktivitas jual beli di Pasar Tradisional berlangsung sangat efektif.Selain karena barang-barang yang dijual tergolong lengkap dan harga yang terjangkau, suasana pasar yang merakyat dan penuh kekeluargaan menjadi daya tarik tersendiri. Banyak warga yang juga menjadikan kunjungan ke pasar ini sebagai ajang silaturahmi dan bertemu teman atau kerabat.
Keberadaan Pasar tradisional memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Banyak warga yang menggantungkan penghasilan dari berdagang di pasar ini, sementara pembeli merasa terbantu karena bisa memenuhi kebutuhan dengan harga yang bersaing.
Pasar tradisional bukan hanya pusat ekonomi, tetapi juga pusat interaksi sosial. Di sini, warga bertukar cerita dan mempererat tali silaturahmi. Hal ini menunjukkan pentingnya pasar sebagai ruang publik yang inklusif. Untuk saat ini masing-masig pedagang membuat tempat yang cukup sederhana yang digunakan untuk berjualan.
Harapan warga masyarakat sekitar, pasar tradisional ini agar menjadi perhatian Pemerintah Desa ataupun Pemerintah Daerah dapat membantu pengembangan Pasar Tradisional menjadi lebih layak dan tertata berkembang lebih maju. Pengembangan infrastruktur dan fasilitas pasar akan meningkatkan daya tarik dan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli.
Dengan dukungan pemerintah, Pasar Tradisional berpotensi menjadi pasar yang lebih modern dan berkelanjutan, sekaligus menjadi kebanggaan Kampung Bawang Tirto Mulyo dan ikon perekonomian Desa. Harapan ini selaras dengan upaya pemerintah dalam memberdayakan ekonomi masyarakat Kampung.(bud)







