Ahmad Luthfi Siap Pacu Program Untuk Kesejahteraan Rakyat Di Tahun 2026

by -41 views

Semarang, MPH

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama wakilnya Taj Yasin komitmen diawal sejak kepemimpinannya  membuat  peta jalan (road map) dan cetak biru (blue print) untuk pembangunan Jawa Tengah untuk lima tahun kedepan. “Kita sudah membuat suatu roadmap atau blue print tentang pembangunan di Jawa Tengah,” kata Luthfi saat acara Refleksi dan Doa Bersama Akhir Tahun yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang pada Rabu, 31 Desember 2025.

Ia membeberkan, peta jalan pembangunan itu sudah tersusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan itu dilakukan dengan semangat kolaborasi dengan berbagai stakeholder. “Arah pembangunan sudah jelas. Pada 2025 telah kita siapkan terkait dengan infrastruktur. Jadi infrastruktur ini kita gunakan untuk menyiapkan agar 2026 bisa take off kepada program yang lebih berkepentingan atau berpihak kepada rakyat,” tuturnya.

Bersama Taj Yasin Maimoen, gubernur menyiapkan infrastruktur tersebut dimulai dari infrastruktur sumber daya manusia, infrastruktur sarana prasarana meliputi jalan dan lain sebagainya, infrastruktur pertanian, bahkan infrastruktur-infrastruktur yang nanti mendukung program pada 2026.

“Kalau infrastruktur itu sudah disiapkan pada 2025, maka 2026 nanti Provinsi Jawa Tengah memiliki dasar untuk mendukung program pemerintah pusat, dalam hal ini adalah swasembada pangan,” jelas Luthfi.

Sebab, lanjut Luthfi, Jawa Tengah diproyeksikan sebagai lumbung pangan nasional dan mendukung industri nasional.

Dalam kesempatan itu, Ia membeberkan, capaian kinerja yang dilakukan selama 2025 menunjukkan tren positif. Tercatat, pertumbuhan ekonomi hingga triwulan III tahun 2025 mencapai 5,37% secara year on year (YoY), atau lebih tinggi dari nasional (5,04% YoY).

Realisasi Investasi hingga triwulan III mencapai Rp66,13 triliun. Penyerapan tenaga kerja mencapai 326.462 orang (tertinggi kedua se-Pulau Jawa).

Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hingga Agustus 2025 mencapai 4,66% atau turun 0,12% dibandingkan Agustus 2025. Angka Kemiskinan Maret 2025 mencapai 9,48% atau turun dibandingkan September 2024 yang mencapai 9,58%.

“Pada 2026, iklim investasi harus kita genjot, sehingga tidak terlalu mengandalkan APBD dan PAD semata. Investasi ini menjadi prioritas utama. Dengan sudah disiapkannya infrastruktur, maka kecepatan pembangunan di wilayah kita akan meningkat,” katanya.

Acara  Refleksi dan doa bersama adalah bentuk sederhana dalam bersyukur atas  apa yang telah dicapai sepanjang tahun 2025 sekaligus menyambut tahun 2026. Turut  hadir  Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sumarno, seluruh asisten Setda Jateng, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan BUMD Jawa Tengah. (dds)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *