Bengkulu, Presisi Hukum
Keracunan 17 siswa dan guru di SD Negeri 18, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, pada Kamis (4/6) terungkap . Berdasarkan hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang pada kedua sampel makanan dan muntahan tersebut terdapat bakteri bernama Staphylococcus Aureus.
Jumlah korban dugaan keracunan terdiri dari siswa, guru dan penjaga sekolah berjumlah 16 orang. Korban dibawa ke Puskesmas Kelobak dan Puskesmas Pasar Kepahiang. Awal kejadian keracunan massal itu para siswa mwngalami gatal, mual, muntah dan sesak nafas.
Kepala Dinkes Kepahiang, Tajri Fauzan mengungkapkan hasil uji laboratorium sampel tersebut telah keluar. Hasil uji laboratorium sampel makanan dan muntahan siswa sudah diterima pada hari Rabu (17/6) .
Sesuai dengan hasil analisis menunjukan bahwa adanya bakteri Staphylococcus Aureus pada muntahan korban dan hasil uji laboratorium BPOM pada makanan di sekolah adanya cemaran Staphylococcus Aureus,” ungkap Tajri.
Menurut Tajri ada kesesuaian dan hubungan epidemologis yang kuat antara hasil pemeriksaan laboratorium muntahan dan makanan. Adapun menu yang mengandung bakteri tersebut terdapat dari nasi yang diduga dibawa oleh petugas yang bekerja.
Harapannya kedepan kepada seluruh penjamah makanan atau petugas untuk selalu menjaga kebersihan dan sanitasi pada seluruh tahapan pengelolaan. (rns)







