Jakarta, MPH
Pagi ini, masyarakat Kulon Progo di Jabodetabek ngumpul di Taman Mini.
Bersama Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, semua ikut jalan sehat Gayeng Regeng Mlaku Bareng.
Dari ngumpul di Anjungan Jogjakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, besok, jalan sehat mengambil rute keliling TMII.
Acara ini merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun Badan Koordinasi Paguyuban Kulon Progo (Bakor PKP) ke-23 itu.
Selain bupati Kulon Progo, banyak tokoh-tokoh Kulon Progo di Jakarta yang akan ikut hadir dalam jalan sehat kali ini.
Menurut Ketua Umum Bakor PKP Ir H Sumarjono MSc, agenda tahunan ini memang sudah rutin digelar. “Acaranya seperti biasa, silaturahmi, mumpung masih Lebaran. Kemudian ada kulineran khas yang didatangkan langsung dari Kulon Progo serta kesenian dan hiburan dan pembagian hadiah,” ungkapnya.
Pak Jono yang merupakan tokoh Kulon Progo di Jakarta menambahkan, dari Kulon Progo rombongan pak bupati juga akan membawa seniman-seniman tari yang bagus-bagus. Jadi bisa dipastikan, acaranya akan meriah dari pagi sampai sore.
“Jalan sehat dimulai jam tujuh pagi. Kemudian hiburan sampai sore. Ada Sendratari Sugriwo-Subali yang ditampilkan oleh seniman-seniman yan datang langsung dari Kulon Progo, ada juga campursari yang salah satu penyanyinya juga datang dari Kulon Progo,” katanya.
Sumarjono yang kelahiran Desa Nganjir, Kalurahan Hargorejo, Kokap mengaku selalu senang, melihat antusiasme warga Kulon Progo di Jabodetabek untuk ngumpul bareng. “Kalau tidak dibatasi mungkin jumlah peserta yang ikut bisa sangat banyak, tapi kami hanya membuat acara yang skalanya kecil, sehingga kemungkinan hanya seribuan orang yang bisa ditampung,” jelasnya.
Dari data peserta yang resmi mendaftar ke panitia memang sudah lebih dari 500 orang warga Kulon Progo yang ingin ikut Jalan Sehat bersama pak bupati. Sementara itu, yang telepon ingin ikut jalan sehat, lebih banyak lagi.
“Yang sudah mendaftar itu adalah warga Kulon Progo yang tergabung dalam beberapa paguyuban. Jumlah paguyuban yang ikut sekitar 15. Pengurus paguyuban inilah yang mendaftarkan anggotanya. Satu paguyuban ada yang sampai 75 orang yang mau ikut,” jelas Pak Sumarjono yang merupakan alumni SMA Negeri I Wates itu. (c)







