UBB Penelitian Ilmiah Terkait Praktik Sosial dan Pendidikan di 3 Sekolah

by -237 views

Pangkalpinang,  MPH

Perwakilan mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) melaksanakan riset sosial pendidikan melalui program Kuliah Luar Kampus (KLK). Riset dilakukan pada tiga sekolah berbeda karakter, yakni Sekolah Alam Pangkalpinang, SDN 44 Pangkalpinang, dan SD Islam Al-Azhar 71 Pangkalpinang.

Riset dibimbing oleh dosen fasilitator Hidayati, M.Si. dengan melibatkan lima mahasiswa, yaitu Deby Afriyani, Dessy Kurnia S., Gina Veranty, Meme Shentia, dan Riyadus Soleha. Mereka meneliti praktik sosial pendidikan dan penanaman nilai karakter di sekolah dengan pendekatan dan latar belakang berbeda.

Ketua tim riset, Riyadus Soleha menjelaskan bahwa ketiga sekolah dipilih karena merepresentasikan model pendidikan yang beragam di Pangkalpinang. Sekolah Alam berbasis pendekatan lingkungan, SD Islam Al-Azhar 71 berlandaskan pendidikan Islam, sedangkan SDN 44 mewakili sekolah formal berbasis kurikulum nasional.

“Perbedaan latar belakang sekolah ini memberikan kami ruang untuk melihat bagaimana nilai dan karakter dibentuk serta dijalankan dalam keseharian siswa,” ujar Riyadus

Menurut dosen pembimbing, Hidayati, riset ini menggunakan perspektif sosiologis Pierre Bourdieu yang menekankan tiga konsep utama: modal, habitus, dan arena. Melalui teori ini, mahasiswa mencoba melihat bagaimana kebiasaan, relasi sosial, serta struktur pendidikan membentuk karakter dan interaksi di lingkungan sekolah.
Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga arena sosial.  Guru,  siswa  dan lingkungan berinteraksi membentuk nilai dan posisi sosial.

Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa melibatkan langsung siswa dengan memberikan pertanyaan seputar penerapan nilai dan karakter di sekolah. Hasilnya akan menggambarkan sejauh mana nilai-nilai tersebut memengaruhi perilaku dan kebiasaan siswa sehari-hari.

Perbedaan pendekatan kurikulum dimasing-masing sekolah—yakni kurikulum alam dan nasional di Sekolah Alam, kurikulum Merdeka di SDN 44, serta kurikulum yayasan Al-Azhar, Cambridge, dan Merdeka di SD Islam Al-Azhar 71—diyakini menciptakan praktik sosial yang unik dan kontekstual bagi siswa.

Hidayati berharap riset ini dapat menjadi pijakan awal untuk melihat bagaimana keberagaman etnis dan budaya. Dan  Pangkalpinang turut berperan dalam membentuk sistem nilai di dunia pendidikan.

“Melalui riset ini, kami ingin menegaskan pentingnya pendekatan sosiologis untuk memahami bagaimana sekolah sebagai arena sosial membentuk habitus dan modal sosial yang berkelanjutan,” tutupnya. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *