4 Ketua Paguyuban di DIY akan Hadiri Wayangan Sahabat Ngopi & KPDJ  

by -87 views

Tokoh-tokoh perantau dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memastikan menjadi bagian dari 20 orang undangana khusus, pada wayangan virtual, 19 Desember 2020 nanti. Mereka berasal dari pimpinan dan pengurus paguyuban di tiga kabupaten dan satu kota madya: Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, dan Kodya Yogyakarta.

Dari Bantul, yang hadir Ketua Warkaban, Didik Akhmadi. Ketua SMS Sleman, DR Drs H Tukiran, SH, MM, MH juga akan rawuh. Kemudian, Ketua Pawarta, Suryo Purnomo, serta Edy Sukirman Kirst dari Ikatan Keluarga Gunung Kidul (IKG).

Tokoh-tokoh perantau dari Jogjakarta itu, akan disambut oleh sejumlah tokoh perantau Kulon Progo. Yang sudah memastikan rawuh adalah Sumarjono, Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan. Lalu, ada pengusaha Haji Paiman dan Hajjah Warjinem. Tokoh perantau yang berada di wilayah Serang, Banten seperti Bambang Hady, juga menyiapkan diri untuk hadir.

“Mohon maaf jika undangannya sangat terbatas, mengingat harus menjaga jarak supaya protokol kesehatan tetap bisa dijalankan. Acara ini, adalah syukuran sekaligus doa untuk Kesehatan kita semua, mudah-mudahan tetap bugar di tengah situasi pandemi yang belum mereda,” kata Sutrisno Yulianto, salah satu penggagas Forum Sahabat Ngopi yang menjadi Ketua Panitia Pergelaran Wayang Virtual.

Kuota untuk undangan memang dibatasi. Panitia wayangan, hanya mengirimkan 20 undangan untuk nonton langsung di Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada Sabtu malam, 19 Desember 2020.

“Jadi memang tidak semua diundang. Hanya Ketua-ketua Paguyuban atau yang mewakili. Yang dari Kulon Progo juga tidak semua diundang, mengingat tempatnya yang memang sangat dibatasi,” tambah Suyatno Ali Monsa, Sesepuh KPDJ yang juga salah seorang penggagas Forum Sahabat Ngopi.

Wayangan virtual dalam rangkaian syukuran 11 tahun kiprah Komunitas Kulon Progo di Jabodetabek (KPDJ) ini, menghadirkan Ki Bagas Giyanto sebagai dalang. Sementara para pengiring dan bintang tamu, diisi oleh seniman-seniman perantau Kulon Progo.

“Wayangan ini, menjadi salah satu upaya Forum Sahabat Ngopi, membantu para seniman, yang selama pandemi Covid 19, kehilangan kesempatan naik panggung. Seniman, termasuk yang paling terdampak wabah Corona, jadi mudah-mudahan wayangan ini, bisa menjadi awal bergairahnya lagi panggung pertunjukan, meski tetap harus menerapkan protokol Kesehatan yang ketat,” kata Sutrisno Yulianto.(her)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *